Ikutilah Kajian Inklusi Sirah Nabawiyah
Selasa, 21 Oktober 2014 20:23:41 WIB
Dilihat : 706 kali

LabNews- Masjid sebagai laboratorium agama adalah masjid yang diharapkan mempunyai terobosan-terobosan baru dalam mengembangkan masjid. Masjid sebagai laboratorium agama mempunyai 3 fungsi yakni sebagai pusat kegiatan keislaman, pusat kajian sekaligus sebagai syiar Islam bagi masyarakat. Hal tersebut mengingat semakin banyaknya warna keislaman sekaligus bermunculnya aliran-aliran yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu sebagai langkah klarifikasi, diperlukan public area sebagai jembatan penghubung dialog masalah-masalah kontemporer yang terbuka untuk siapa saja.

Sebagai masjid berorientasikan laboratorium agama, seperti yang kita ketahui kajian yang dikembangkan pun bukan hanya sekedar kajian satu arah, namun dua arah. Adanya sesi penyampaian materi dilanjutkan sesi tanya jawab merupakan sebuah hal yang harus ada dalam suatu kajian. Selain sebagai mediator, masjid juga diharapkan sebagai penjelas probem-problem keummatan. Masjid mampu merangkul sekaligus menjadi solusi.

Masjid Sunan Kalijaga sendiri memiliki ciri khas kajian yang mampu menampung semua warna keislaman. Tidak peduli tua, muda, miskin, kaya, pandai agama ataupun tidak, kaos oblong, koko ataupun kemeja, celana “congklang” ataupun “kombor-kombor” semua bisa dapat berbaur dalam sebuah wadah kajian. Disitulah masjid difungsikan sebagai ruang berpikir yang di dalamnya mampu membentuk sebuah proses olah pikir, olah rasa dan olah seni.

“Kenanglah, bagi mereka yang terbuka dan bersungguh-sungguh pasti akan menemukan jalan keluarnya”, jelas Anshor sebagai koordinator kajian 2014.

Selanjutnya, sebagai masjid yang berada di lingkungan kampus, tidak berarti ada jarak dengan masyarakat. Melalui fungsi syiar, ilmu-ilmu yang berlangsung di dalam kelas perkuliahan menjadi mudah diakses oleh masyarakat. Sementara ini, masyarakat bisa mengikuti berbagai kajian diantaranya yang bersifat ilmu keagamaan berupa Kajian Sirah Nabawiyah yang di dukung layar LCD sehingga masyarakat bisa langsung mempraktekkan bacaan kitabnya secara langsung dan Kajian Tafsir Kontemporer.

Ed: Zamhari

Berita Terkait

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom