Refleksi Maulid Nabi Masjid UIN SUKA
Sabtu, 2 Desember 2017 23:11:15 WIB
Dilihat : 208 kali

Jum'at, 1 Desember 2017. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW., Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga menyelenggarakan dialog dengan tema Refleksi Maulid Nabi : Melihat Islam Harapan Nabi dan Kondisinya Kini. Adapun pengisi dialog oleh KH. Jadul Maula, pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak

Dalam dialog, KH. Jadul Maula menyatakan "muslim sejati bukanlah mereka yang mengobar-ngobarkan ratusan bahkan ribuan takbir, kemudian membungkus nama Islam untuk menjatuhkan dan menyerang orang lain, akan tetapi muslim sejati adalah mereka yang mampu mengenali hak dan martabat seluruh manusia. Muslim sejati adalah mereka yang mampu memanusiakan manusia".

KH. Jadul Maula juga menyampaikan bahwa refleksi manusia dalam rangka memperingati Maulid Nabi ini juga harus teraplikasikan dalam hablun minallah, hablun minannas, dan hablun minal'alam. Manusia yang unsur tubuhnya terdiri dari sebagian besar air, harus bisa saling menjaga hubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Karena sesungguhnya apabila ada seseorang yang memancing emosi orang lain, maka orang yang dipancing emosinya akan muncul relasi negatif. Begitupun dengan air yang apabila tidak dijaga hubungannya, maka akan ada dampak negatif bagi manusia. Dengan menjaga kedua hal tersebut, sesungguhnya telah menjalankan amanah manusia dari Allah SWT untuk menjalankan fungsinya sebagai khalifah.

Acara ini dilaksanakan selepas pelaksanaan ibadah shalat Isya berjamaah. Sebelum acara dialog dimulai, sebelumnya diisi dengan shalawat, tahlil dan maulid diba' oleh KMNU UIN SUKA. Selain itu, acara yang dihadiri ratusan jamaah ini, juga mampu mengajak jamaah untuk bersama-sama ikut bershalawat.

"Acara ini dilaksanakan sebagai bukti cinta kami, umat Islam, kepada Rasulullah SAW. Kegiatan ini juga kami laksanakan dalam rangka meneladani sifat dan suri tauladan Rasulullah" Ujar Syaiful Ar-Raufa Purba, selaku Takmir Masjid UIN SUKA.

Lain halnya dengan Solikhin, selaku koordinator majelis shalawat Gusdurian, beliau menyatakan "Semangat dalam meneladani ajaran Islam oleh nabi, terutama dalam rangka meneladani akhlaknya, agar bisa kembali menggali nilai, bukan hanya sekedar nilai-nilai barat, akan tetapi juga tidak melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam itu sendiri".

Adapun acara ini dilaksanakan dan dapat terlaksana dengan lancar atas kerjasama dengan Gusdurian Yogyakarta, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UIN SUKA Yogyakarta, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN SUKA.

Selain kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penggalangan dana infaq dari jamaah yang nantinya akan disumbangkan kepada korban bencana alam banjir di D.I. Yogyakarta.

Acara berlangsung dengan khidmat. Selanjutnya acara ini ditutup dengan do'a yang dipimpin oleh KH. Jadul Maula.

(Diki Ahmad/ Takmir Masjid UIN SUKA)

Berita Terkait

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom